Pengantar Layanan Bedah Thoraks

Pemerintah Indonesia telah menyetujui anggaran kesehatan nasional sekitar : 72.4 trilliun Rupiah pada tahun 2014, termasuk didalamnya adalah anggaran sistem jaminan kesehatan nasional bagi seluruh rakyat dengan jumlah sebesar 26.7 triliun Rupiah, dibandingkan jumlah penduduk Indonesia sekitar kurang lebih 237 juta penduduk maka rata-rata anggaran per tahun untuk setiap penduduknya secara kasar adalah sekitar Rp. 100.000 – 120.000 atau setara dengan 8 - 10 USD. Jika angka ini dibandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki 300 juta penduduk, anggaran kesehatannya mencapai 3000 milyar USD, yang berarti 1000 USD per tahun untuk setiap penduduknya. Sosial ekonomi juga menjadi tantangan besar pelayanan kesehatan di Indonesia, populasi terbesar di Negara ini yaitu sekitar 34% adalah rakyat miskin yang memiliki penghasilan kurang dari 2 USD per harinya.

Sampai saat ini tercatat sebanyak 101 dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular di seluruh Indonesia, jumlah ini tentunya masing sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang sudah di atas 200 juta orang, idealnya 1 dokter spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular menangani sekitar 250.000 penduduk, sehingga masih dibutuhkan hingga 960 dokter spesialis untuk mencapai pelayanan yang ideal. Jumlah rumah sakit yang dapat mengerjakan prosedur operasi toraks., kardiak dan vaskular pun masih sangat minim, sebanyak 11 rumah sakit milik pemerintah di daerah sudah dapat mengerjakan prosedur bedah toraks dan operasi jantung sederhana, namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada kendala baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia.

Prosedur Bedah Toraks adalah suatu proses pembedahan pada rongga dada dan mediastinum yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi perubahan anatomis dan fungsi organ-organ rongga dada, yaitu paru-paru, jantung, dan pembuluh darah besar beserta organ-organ penunjangnya. Perubahan anatomi dan fungsi tersebut bisa diakibatkan proses infeksi, degeneratif, keganasan/tumor, trauma atau akibat kelainan bawaan. Prosedur tersebut dapat dilakukan secara terbuka (Open thoracotomy) atau minimal invasif (VATS/Video Assisted Thoracic Surgery).

Instalasi Bedah RS Paru dr.H.A.Rotinsulu telah mampu melaksanakan pelayanan bedah toraks sejak September 2009, sekaligus pelayanan intervensi paru baik yang sifatnya diagnostik maupun therapeutik. Pelayanan instalasi bedah didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta SDM kompeten dan terlatih yang terdiri dari dokter spesialis BedahToraks Kardio Vaskular, dokter spesialis paru, dokter spesialis anestesi, perawat bedah, perawat intervensi paru, dan perawat anestesi.