Kegiatan Ilmiah

     Agenda Kegiatan Ilmiah terkait dengan layanan kesehatan yang berada di RS Paru Dr.H.A Rotinsulu, rutin diselenggarakan secara berkala  setiap tahunnya, pada tahun 2017 ini RS Paru Dr.H.A Rotinsulu telah menyelenggarakan seminar tentang kanker paru bagi para klinisi yang berada di Fasilitas Kesehatan Primer khususnya Puskesmas di Kota Bandung pada tanggal 1 Februari 2017. Kemudian pada tanggal 1 April 2017 RS Paru Dr.H.A Rotinsulu kembali mengadakan kegiatan serupa yaitu seminar yang bertajuk "Lung Cancer Diagnostik Multidiciplinary-LEAD" yang pesertanya merupakan para klinisi di Fasilitas Kesehatan Sekunder se-Jawa Barat. Seminar ini dihadiri tidak kurang dari 80 RS Fasilitas Sekunder se-Jawa Barat, kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi bagi para klinisi di RS Fasilitas Sekunder tersebut seputar penanganan kanker supaya dimasa yang akan datang tidak terjadi keterlambatan pengobatan baik di Fasilitas Kesehatan Primer maupun sekunder.

    Ketua Panitia Seminar dr.Reza Kurniawan, Sp.P.,FCCP mengatakan di era Jaminan Kesehatan Nasional ini, pasien perlu memahami bahwa pasien tidak bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan di PPK 3 (Fasilitas Kesehatan Tersier) kecuali dalam kondisi gawat darurat, melainkan melalui sistem kesehatan berjenjang yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.Melalui acara smeinar untuk para klinisi ini, kami ingin mengedukasi agar para klinisi di PPK 1 dan PPK 2 jangan sampai terlambat dalam memberikan pengobatan. PPK 1 dalam hal ini puskesmas dan klinik mempunyai keterbatasan dalam hal peralatan diagnostik dan modalitas terapi, sebagai dokter dibutuhkan kejelian klinis. Jika bukan kasus yang mereka sangka segera rujuk ke PPK2 untuk dilanjutkan prosedur diagnostiknya.

    Pada simposium kali ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan keilmuan mengenai pengobatan kanker terbaru, mereka pun mendapatkan pembekalan pelatihan dari sisi diagnostik seperti Biopsi transtorkal, needle biospy, core biospy dan lainnya. Tidak hanya itu, peserta akan dilatih untuk lebih fasih melakukan bronchoscopy, mengetahui bagaimana slide sel yang sudah menjadi ganas dan melihat langsung tindakan USG Guide biopsi dan CT Guide Biopsi. Pelatihan-pelatihan tersbeut dilakukan di hari kedua yaitu pada tanggal 2 April 2017. Pada hari pertama peserta diberi ilmu melalui seminar, sedangkan hari kedua dilatih baik secara radiologi, patologi anatomi dan dari dokter parunya. Sehingga pelatihan ini diberikan secara komperhensif dengan harapan agar dapat diterapkan di RS nya masing-masing.

    Hal tersebut dilakukan guna mengasah kemampuan dan kompetensi peserta melakukan biopsi dan penegakan diagnosa. Apabila sudah tegak, secepatnya dirujuk ke PPK 3 (Fasilitas Kesehatan Tersier) dalam hal ini RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu untuk segera ditangani secara cepat, tepat dan akurat. Pada saat ini pengobatan kanker sudah masuk di tingkat biomolekuler, sel langsung diteliti secara sifat, kemudian dilihat apa yang harus dihambat dan gen apa yang berperan. Pengobatan kanker akan menuju kepada tailorized medicine, yaitu pengobatan terhadap pasien A bisa berbeda  dengan pengobatan pada pasien B. Ini terjadi karena setiap orang memiliki keunikan masing-masing dan profil gen yang juga berbeda.Hal tersebut juga membuat kecocokan pasien terhadap obat-obatan berbeda. Kini ,pengobatan kanker yang tengah berkembang adalah imunoterapi. Dengan imunoterapi, pasien diberikan pengobatan dengan menggunakan imunitas dari pasien tu sendiri