Sosialisasi Gratifikasi dan Sponsorship untuk Tenaga Kesehatan di RSP Rotinsulu

Bandung – Dalam rangka mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), RS Paru Rotinsulu menggelar acara Sosialisasi Gratifikasi dan Sponsorship untuk Tenaga Kesehatan (10/8). Dalam kegiatan tersebut, RSPR mengundang perwakilan dari perusahaan farmasi (medical representative) yang selama ini memiliki hubungan dengan RSPR. Acara ini merupakan tindak lanjut dari Permenpan No. 52 Tahun 2014 tentang pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.

                Dalam sambutannya, Dirut RSPR, dr Edi Sampurno, Sp.P.,MM menyatakan bahwa segala bentuk sponsorship harus dilaporkan ke Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). dr. Edi menambahkan, pemberian sponsorship harus ditujukan kepada instansi, bukan merujuk langsung kepada individu, karena itu bisa dimaknai sebagai salah satu bentuk gratifikasi.

                Dra. Kartini Kurniawati, Apt selaku ketua SPI RSPR menyatakan bahwa ada beberapa bentuk gratifikasi yang tidak dianggap suap, contohnya pemberian cinderamata, seminar kit, kemudian kompensasi yang diterima terkait kegiatan, hadiah dari atasan ke bawahan. “Misalnya bawahan kita ulang tahun lalu diberi hadiah. Itu sebagai bentuk apresiasi, boleh boleh saja. Karena pemberian seperti itu tidak akan mempengaruhi keputusan”, lanjut Kartini.