Bandung – Berbagi pengalaman melaksanakan survey akreditasi dengan sesama civitas hospitalia tidak hanya soal berbagi ilmu, tapi sekaligus menyegarkan kembali tim pokja akreditasi rumah sakit dalam memahami elemen-elemen perbaikan berkelanjutan yang harus terus dilakukan setelah lulus akreditasi paripurna. Hal itu disampaikan Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung, dr. Temmasonge Radipakki ketika menerima kunjungan studi banding dari Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa (13/4).

Dalam sambutannya dr. Temmasonge menyampaikan kegembiraannya dan merasa terhormat bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama rumah sakit paru dalam meraih akreditasi paripurna dari KARS. Seperti diketahui bahwa Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu telah terakreditasi KARS paripurna versi 2012 pada Januari 2016. Akreditasi merupakan proses assestment oleh lembaga independen terhadap pelayanan rumah sakit sesuai standar. Pelayanan yang telah terstandardisasi dirancang untuk mendorong pelayanan berbasis mutu dan keselamatan pasien sehingga bisa meningkatkan mutu dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu dr. Temmasonge memberikan pesan kepada semua perwakilan dari setiap tim pokja akreditasi Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung agar memberikan pelayanan terbaik kepada rekan-rekan civitas hospitalia yang telah datang jauh dari kota yang terkenal dengan makanan mpek-mpeknya tersebut. “Mari kita berikan pelayanan yang baik kepada teman-teman kita sesama rumah sakit paru”, ujarnya.

                Acara dimulai dengan pemutaran video safety briefing persembahan tim Kesehatan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), lalu dilanjutkan dengan penanyanan video profil Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu sekaligus memperkenalkan pelayanan-pelayanan unggulan poliklinik paru, diantaranya Divisi Paru Kerja, Divisi Asma dan PPOK, Divisi Infeksi TB dan Non TB, Divisi Faal Paru Klinis dan divisi lainnya. Sesuai tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai unit pelaksana teknis vertikal Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung berkomitmen penuh dalam menunjang pelayanan kesehatan paru yang paripurna untuk masyarakat. Dalam acara tersebut juga dipaparkan bagaimana proses dan tahapan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh tim akreditasi Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu dalam menghadapi survey akreditasi dari mulai persiapan, bimbingan, penyusunan dokumen, serta melaksanakan pelatihan-pelatihan kepada pegawai.

                Puncak acara diisi dengan sesi tanya jawab yang diwakili oleh setiap anggota dari masing-masing pokja akreditasi dari kedua rumah sakit. Setiap peserta studi banding dari Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan diberikan kesempatan untuk bertanya, melihat contoh dokumen, dan berdiskusi serta berbagi pengalaman setiap pokja dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari surveyor KARS.

dr. Asep Zainudin,Sp.PA selaku Direktur Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan sekaligus pimpinan rombongan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran direksi dan seluruh tim akreditasi Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu atas sambutan hangat dan kesempatan untuk bisa belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dalam menyiapkan akreditasi. “Setelah telusur ke lapangan kami merasa sangat kaget karena ternyata banyak yang harus kami perbaiki dan kami contoh dari Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung’, ujarnya.

dr. Asep berharap ilmu yang didapatkan dari studi banding di Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu bisa membantu tim dan jajarannya untuk menyiapkan survey akreditasi supaya bisa mendapatkan predikat lulus paripurna. Ia menambahkan, pihaknya berencana akan mengundang Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu ke Palembang sebagai tindak lanjut silaturahmi dan membuka peluang-peluang kerja sama ke depan yang bisa dibangun untuk kedua belah pihak.*** (Tim Humas Rotinsulu)