oleh : Mohammad Mansur

Apakah Anda suka merokok ?

Rokok ->  kata yang singkat dan menarik untuk dibicarakan apalagi di Indonesia

Rokok -> adalah salah satu “isapan favorit” bagi setiap insan yang menyukainya. Tua, muda, kaya atau miskin, pegawai negeri ataupun swasta. Mengapa ya?

Ternyata rokok bagi yang menyukainya menyimpan sifat candu, namun kecanduan itu dapat ditangani jika seorang perokok ingin meninggalkannya, tentunya dengan niat yang sunggh – sungguh untuk berhenti merokok. Tembakau yang merupakan bahan bakar rokok telah dikenal oleh ummat Islam pada akhir abad ke-10 Hijriyah yang dibawa oleh para pedagang dari barat (Spanyol). Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok.

Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2016, menarik sekali kiranya untuk mengingatkan diri saya sendiri dan saudara – saudaraku tentang  manfaat dan mudhorotnya rokok.

Rokok bermanfaat ? Buktinya :

-Rokok mampu memberikan pemasukan anggaran terbesar dibandingkan dengan pemasukan anggaran Negara dari sektor lainnya. Menurut pemberitaan yang diliput oleh DetikFinance, pendapat pemerintah dari cukai rokok ke Negara mencapai jumlah Rp.80 Triliun dalam setahun. Angka yang tidak sedikit bagi pemasukan anggaran Negara Indonesia

-Bermanfaat bagi para pedagang rokok

-Pengusaha pabrik rokok

 

-Para pekerja yang terkait langsung atau tidak dengan industri rokok

 

-Keberadaan industry rokok merupakan hajat hidup orang banyak

 

-Banyaknya perokok yang meninggal berarti menambah penghasilan tukang gali kubur

 

Mudhorot Rokok

Menurut hasil penelitian ahli kesehatan di antara jenis konsumsi yang member mudhorot secara nyata adalah rokok. Para ahli kesehatan sepakat bahwa rokok itu berbahaya, bahkan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Menurut WHO, rokok banyak mengandung bahan kimia diantaranya, NIKOTIN, TAR, Sianida, benzene, methanol, amonia yang tentunya merusak organ tubuh manusia. Mudhorot  rokok karena zat – zat kimia yang terkandung, diantaranya, :

-          Tar, adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru – paru manusia

-          Nikotin, adalah zat adiktif yang mempengaruhi saraf dan peredaran darah manusia

Kedua zat ini bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker paru – paru pada manusia. Sedangkan karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah yang mengalir ke seluruh tubuh tidak dapat mengikat oksigen.

Efek racun pada rokok membuat pengisap asap rokok mengalami resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengisap asap rokok. Fakta lain menurut WHO yang tidak mungkin dipungkiri yaitu : Pertama, WHO menyebutkan seandainya 2/3 dari yang orang belanjakan di dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi. Boleh dihitung secara matematik dan dampak kesehatan bagi manusia yang dirasakan.

Kedua, WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu jiwa meninggal tiap tahun karena rokok. Ketiga, 90% dari 660 orang yang terkena penhyakit kanker di salah satu RS di Shanghai, China, disebabkan oleh rokok. Keempat, presentasi kematian yang disebabkan oleh rokok lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalu lintas. Kelima, 20 batang rokok per hari menyebabkan 15% berkurangnya hemoglobin. Keenam, adalah persentasi  kematian orang berusia 46 tahun atau lebih 25% lebih besar bagi perokok aktif.

Sayangnya hasil penelitian para ahli kesehatan kurang terpublikasikan kepada ulama sekarang, sehingga tetap saja hukum rokok masih sangat kontroversial di Indonesia.

  1. Pandangan Islam

                Rasulullah SAW pernah bersabda dalam salah satu haditsnya, “Yang halal itu jelas, dan yang haram juga sudah jelas, diantara keduanya adalah Syubhat”, Tentunya pada ulama dalam menentukan suatu hukum halal atau haram tidak lepas merujuk pada ketentuan hukum syariat (wajib – halal – haram – makruh – mubah)

Ada  2 pandangan hukum rokok :

  1. Kelompok ulama yang tidak mengharamkan rokok; dan
  2. Kelompok ulama yang mengatakan rokok itu haram

Adapun kelompok yang tidak mengahramkan rokok berangkat dari alasan – alasan sebagai berikut :

Pertama, beralasan bahwa hukum haram rokok tidak ada dalam Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Kedua, dalam kitab fikih klasik juga tidak mengharamkan rokok. Ketiga, keberadaan industri rokok merupakan hajat hidup orang banyak. Sedangkan pendapat dari kelompok yang mengharamkan rokok yaitu :

Ini tidak pernah ditemukan dalam ayat al-Quran atau hadits, tapi ini adalah hasil dari sebuah kesepahaman. Kedua, kitab fikih selalu berkembang, selalu mengikuti dinamika kehidupan manusia. Maka tetap dibutuhkan istihad yang bisa menjawab secara ilmiah dengan kacamata syariah atas semua perkembangan zaman. (Sarwat. A. 2011)

Muhammad Makmur Rasyid dalam memaparkan pandangannya tentang rokok, mulai dari wajib, halal, makruh dan haram.

Wajibnya rokok hanyalah untuk infirod (individual), seperti jika ada orang yang tidak bisa berpikir dan nalarnya buntu untuk belajar karena tidak mengisap rokok maka hukum rokok itu menjadi “wajib infirod”, dicontohkan kepada menuntut ilmu (kewajiban menuntut ilmu bagi kaum muslimin. Dan harus ingat bahwa kita harus menjaga dan menghormati norma – norma dan nilai – nilai masyarakat, lingkungan dan alam sekitarnya selama mengisap rokok.

Halalnya rokok, para ulama yang terpandang telah menjelaskan bahwa merokok tidaklah haram. Al – Barmawi berkata, “Al-Babali berkomentar bahwa rokok hukumnya halal. Keharamannya bukan karena ia haram, namun unsur luar yang datang, Abd. M. Ghanni an-Nabilisi seorang murobbi  bermadzhab hanafiah ia punya risalah yang dinamainya “Ash-Shullh bainal ikhwan fii hukmi ibahah syarb Ad-Dukhon” (mendamaikan para kawan, kitab tentang bolehnya merokok).

Makruhnya rokok. Makruh adalah sesuatu yang dilarang, tetapi larangan untuk disertai oleh sesuatu yang menunjukan bahwa larangan itu bukanlah “haram”

Kalangan Nahdhotul Ulama mengambil kesimpulan bahwa rokok adalah makruh lighoirihi, karena jika memang rokok itu haram karena ada unsur mudhorotnya, suatu unsur yang datang dari luar. Haramnya rokok, sekelompok ulama telah mengharamkan rokok diantaranya,  fatwa rokok menurut Ustad  As.Sayid Saqib- penulis fikus sunnah memasukkan rokok sebagai bagian dari benda yang haram. Asy Syaik Asy-Syihab Al-Qalyubi- ia meletakkan rokok pada bab najis.

Asy-Sayid Saqib, rokok sebagai bagian dari benda haram di konsumsi, sebab dalam pandangannya, rokok adalah benda yang memberikan mudhorot bagi tubuh manusia. Kebanyakan ulama yang mengharamkan rokok, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakir yang berbahaya,

Nah, setelah membaca paparan ini maka kembali kepada “pribadi masing – masing” dalam menyikapi hal ini, pilih hukum rokok yang manakah ? Dan ingatlah, pilihan kita sendiri di dalam hidup ini lah yang akan diminta pertanggungjawabannya di hadirat Allah SWT kelak.

 

 

 

 

Sumber :

Dakwatuna.com – Sugito Adi Purnawan

Pustaka Ilmu – Mahmun Rasyid

Ilmu Fiqih Islam

PBNU, 17 Desember 2013