Pentingnya Pemeliharaan Kesehatan Gigi & Mulut saat Dirawat

Oleh : Drg. Rayna Ayu Tiara Anggiana, MM (RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung)

Kenapa harus tetap memelihara kesehatan gigi dan mulut saat sakit dan dirawat ?

Karena terdapat penyakit-penyakit infeksius yang dapat menyebabkan perubahan pada bagian tubuh yang jauh dari lokasi sumber penyakit. Rongga Mulut dapat menjadi pintu masuk sekaligus juga lokasi infeksi mikroba (baik bakteri, virus, jamur) yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan umum (Surgeon General’s Report on Oral Health in America, 2000)

Karena saat sakit dan dirawat, kemampuan pasien untuk beraktivitas normal menurun, lebih banyak di tempat tidur, sering lupa untuk membersihkan gigi dan mulut. Akibatnya, saat muncul sakit pada rongga mulut terutama gigi, akan mengganggu kenyamanan pasien terutama saat mengunyah makanan sehingga menurunkan nafsu makan dan dapat menghambat penyembuhan secara umum. Sering pasien membutuhkan tindakan kedokteran gigi di poli gigi, namun karena kondisi yang lemah tindakan harus ditunda karena pasien tidak mampu duduk maupun membuka mulut dalam waktu yang lama

Masalah Utama Gigi

  • Gigi Berlubang/ Karies

Yaitu penyakit yang ditandai dengan adanya lubang pada gigi.Paling sering ditemukan Mulai dari bagian keras gigi dan menimbulkan rasa linu saat makan/ minum dingin, asam, manis. Apabila tidak kunjung diatasi, lubang mengenai pulpa / saraf gigi sehingga terinfeksi, meradang, dan menimbulkan sakit spontan.

Rongga mulut penuh dengan berbagai jenis Bakteri dan sisa makanan. Bakteri dapat tumbuh subur, berkelompok, melekat erat pada gigi sebagai lapisan yang lengket dan tidak berwarna yang disebut PLAK. Karbohidrat dari sisa makanan, terutama makanan manis dan lengket akan dirubah oleh bakteri dalam plak menjadi ASAM. Asam inilah yang dapat mengikis lapisan email gigi sehingga menjadi keropos dan berlubang, bahkan sampai mahkota gigi habis dan menjadi sisa akar.

 

  • Radang Gusi/ Gusi Berdarah

Yaitu peradangan pada gusi yang ditandai dengan gusi menjadi bengkak, memerah dan mudah berdarah. Dapat bersumber dari kelanjutan lubang gigi. Peradangan dapat bersumber dari plak dan karang gigi yang ada di saku gusi. Dapat berlanjut menjadi abses / bengkak, berisi pus/ nanah dan gas, serta timbul rasa sakit. Jika tidak diobati, pus akan mencari jalan ke permukaan baik di dalam atau di luar mulut.

Radang gusi merupakan infeksi gusi, oleh bakteri rongga mulut yang memicu terjadinya reaksi radang yang menimbulkan kerusakan jaringan dan tulang, dan beresiko menyebabkan gigi goyang dan copot.

Bakteri dan plak yang menempel dan menumpuk pada gusi (garis gusi) akan menyebabkan peradangan yaitu gusi menjadi bengkak, lebih merah, dan mudah berdarah. Plak bercampur dengan air ludah lama kelamaan akan mengeras dan menjadi karang gigi. Karang gigi inilah yang memperparah radang gusi.

Penyebaran Infeksi dari gigi dan saku gusi ke bagian tubuh lain

-          Jantung

-          Pneumonia (radang paru)

-          Abses Paru, Otak, mediastinum

-          Kelahiran prematur

Masalah di Bagian Rongga Mulut Selain Gigi

-          Sering terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang menurun atau pasien yang mengalami efek samping obat kemoterapi

-          Bibir pecah-pecah

-          Sariawan (bisa terjadi karena trauma misal oleh pinggiran lubang atau sisa akar gigi yang tajam)

-          Infeksi Jamur (berupa plak putih biasanya di lidah, bila kerok ada kemerahan dan sakit di jaringan lidah)

-          Sering menimbulkan sakit, sehingga sulit membuka mulut dan sulit mengunyah makanan

-          Sakit akan diperparah oleh kondisi gigi mulut yang kotor oleh sisa makanan, plak, karang gigi serta terdapat lubang gigi dan sisa akar

Pencegahan dan Perawatan (Maintaining Oral Health)

-          DHE (Dental Health Education), perbanyak pengetahuan kesehatan gigi

-          Pemeriksaan berkala

-          Perawatan jaringan periodontal

-          (Scaling/ Pembersihan karang gigi)

-          Penambalan Karies

-          Perawatan Saluran akar untuk saraf gigi yang terbuka, terinfeksi, baik vital maupun mati

-          Pencabutan gigi

 

Cara Merawat Gigi Pasien Rawat Inap

-          Jika pasien bisa berjalan, menggosok gigi seperti biasa dilakukan di kamar mandi, minimal 2x setelah sarapan dan sebelum tidur malam

-          Minimalnya berkumur atau minum air putih jika setelah makan

-          Jika pasien tidak bisa berjalan,bisa dilakukan di tempat tidur dengan menggunakan gelas kumur dan bengkok atau ember kecil untuk menampung air bekas kumurnya.Minimal dilakukan 2 x sehari setelah makan dan sebelum tidur malam.

-          Jika pasien tidak bisa melakukan sendiri atau pasien ICU bisa dilakukan pemeliharaan kebersihan giginya oleh keluarga yang menunggu, dengan cara dibersihkan dengan kasa dan air hangat diulas ke rongga mulutnya, bisa dilakukan sehari 3x.

-          Jika pasien dengan rongga mulut terdapat jamur , bisa dilakukan pembersihannya dengan mengulas kasa dan Nacl ke seluruh rongga mulutnya 3 x sehari sebelum diteteskan obat anti jamur

-          Oleskan petroleum jelly pada bibir pecah-pecah

-          Minta dokter meresepkan obat untuk sariawan

-          Bila diperlukan dokter gigi akan meresepkan obat kumur khusus untuk menurunkan jumlah plak bakteri di rongga mulut .