Oleh : dr. Yudi Nugraha

 

A. Apa yang dimaksud PMO

PMO adalah seseorang yang bertugas untuk mengawasi, memberikan dorongan dan memastikan penderita TBC menelan Obat Anti TBC (OAT) secara teratur sampai selesai.

 

B. Mengapa diperlukan PMO

PMO diperlukan bagi penderita TBC karena :

-   Masa pengobatan penderita TBC yang cukup lama sering menyebabkan penderita merasa bosan

-   Kebanyakan penderita merasa sudah sehat setelah meminum obat 2-3 minggu lalu menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter.

 

C. Siapa yang dapat menjadi PMO

Semua orang dapat menjadi PMO (antara lain : Keluarga penderita, kader, petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain) dengan syarat : bersedia, disetujui serta dapat meyakinkan penderita.

 

D. Apa yang perlu dilakukan PMO

-   Mengawasi dan memberi dorongan serta memastikan kepada penderita TBC agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatannya.

-   Mengingatkan penderita untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan.

-   Memberikan penyuluhan tentang penyakit TBC dan menyarankan anggota keluarga penderita yang mempunyai gejala sama termasuk setiap anak balita di keluarga tersebut periksa ke petugas kesehatan.

-   Melihat atau mengawasi gejala samping obat, yaitu tanda-tanda atau keluhan yang timbul setelah minum obat dan mengirimkan penderita ke petugas kesehatan bila timbul gejala samping obat

 

E. Apa yang perlu diketahui oleh PMO

-   Penyakit TBC

-   Pemeriksaan Penderita TBC

-   Pengobatan Penderita TBC

-   Pencegahan Penyakit TBC

 

“PMO diperlukan untuk memastikan penderita TBC minum obat sampai tuntas”

 

PENYAKIT TBC

1. Apakah TBC itu ?

TBC adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosa)

Walaupun kebanyakan Kuman TBC menyerang paru-paru, tetapi kuman TBC juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, selaput otak, kulit, tulang dan bagian tubuh lainnya.

TBC bukan merupakan penyakit keturunan dan juga bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna.

 

2. Bagaimana mengetahui seseorang menderita TBC

Seseorang dicurigai menderita TBC bila menunjukkan gejala batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih, kadang-kadang dahaknya bercampur darah.

Selain itu dapat pula disertai gejala-gejala berikut :

-   Sesak napas dan nyeri dada

-   Berkeringat pada malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan

-   Badan lemah, rasa kurang enak badan, demam meriang lebih dari sebulan

-   Berat badan dan nafsu makan menurun

 

3. Bagaimana cara penularan TBC

-   Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang didalamnya mengandung kuman TBC.

-   Jika dalam dahak seseorang ditemukan kuman TBC, berarti orang tersebut pasti menderita penyakit TBC yang sangat menular

-   Penularan penyakit TBC terjadi dari satu orang ke orang lain, bukan melalui serangga, transfusi darah, air susu ibu ataupun melalui alat makan-minum penderita.

-   Bila penderita batuk atau bersin kuman yang ada di dalam paru-parunya akan menyebar ke udara

-   Penularan terjadi jika seseorang menghirup udara yang mengandung kuman TBC

-   TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya), meskipun golongan darahnya berbeda dengan penderita

 

“TBC adalah penyakit menular namun dapat disembuhkan”

 

PEMERIKSAAN PENDERITA TBC

1. Bagaimana memastikan seseorang berpenyakit TBC

-   Untuk mengetahui seseorang menderita TBC harus dilakukan pemeriksaan dahak dengan mikroskop terhadap orang yang dicurigai menderita TBC

-   Seseorang dipastikan menderita TBC jika dahaknya mengandung kuman TBC

-   Bila dalam dahak tidak ditemukan adanya kuman TBC, sedangkan gejalanya mengarah ke TBC maka dilanjutkan dengan pemeriksaan sinar rontgen (Ro)

-   Bila pemeriksaan sinar rontgen hasilnya positif, maka orang itu dinyatakan sebagai penderita TBC Ro positif

 

2. Bagaimana cara pemeriksaan dahak

-   Perlu dilakukan pemeriksaan dahak 3 kali untuk memastikan seseorang menderita TBC atau tidak

-   Waktu pemeriksaan dahak adalah sebagai berikut :

Sewaktu (S)

Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada waktu kunjungan pertama kali.

Pagi (P)

Dahak diambil pagi hari berikutnya dirumah segera setelah bangun tidur pagi kemudian dibawa dan diperiksa di unit pelayanan kesehatan

Sewaktu (S)

Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat menyerahkan dahak pagi.

 

3. Apa yang dilakukan bila sulit mengeluarkan dahak

Untuk memudahkan pengeluaran dahak, dapat dilakukan cara sebagai berikut :

-   Malam hari sebelum tidur minum satu gelas the manis

-   Melakukan olah raga ringan seperti : naik turun tangga, lari-lari kecil kemudian tarik napas dalam beberapa kali dan baru dibatukkan.

-   Minun tablet gliseril guayakolat, yaitu obat batuk untuk memudahkan pengeluaran dahak. Obat ini bisa diperoleh dari petugas kesehatan.

-   Berjemur di panas matahari

 

4. Apakah dahak penderita perlu diperiksa ulang

Ya, untuk mengetahui apakah kuman TBC masih ada di dalam tubuh penderita

Pemeriksaan ulang dahak dilakukan selama 3 kali

-   Pertama, setelah selesai tahap awal pengobatan

-   Kedua, sebulan sebelum akhir pengobatan

-   Ketiga, pada akhir pengobatan

Setiap kali pemeriksaan diambil 2 dahak pagi dan sewaktu

 

“Pastikan penderita memeriksakan dahak ulang untuk melihat kemajuan dan kesembuhan penyakitnya”

 

PENGOBATAN PENDERITA TBC

1. Bagaimana pengobatan penderita TBC

-   Pengobatan penderita diberikan sesuaidengan anjuran petugas kesehatan

-   Pengobatan dilakukan 2 tahap yaitu tahap awal dan lanjutan

-   Pada tahap awal, satu papan obat (blister) diminum sekaligus setiap hari. Lama pengobatan tahap awal diberikan 2 atau 3 bulan tergantung berat ringannya penyakit

-   Pada tahap lanjutan, satu papan obat (blister) diminum sekaligus 3 kali seminggu. Lama pengobatan diberikan 4 atau 5 bulan tergantung berat ringannya penyakit.

 

2. Kemana penderita bisa berobat

-   Puskesmas

-   Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4)

-   Rumah Sakit

-   Klinik dan Dokter Praktek Swasta

 

3. Bagaimana Menelan Obat yang benar

-   Sebaiknya satu papan obat (blister) ditelan sekaligus sebelum makan pagi atau malam sebelum tidur

-   Jika sulit, obat boleh ditelan satu persatu akan tetapi harus habis dalam waktu 2 jam

-   Jangan berhenti menelan obat sebelum selesai dari waktu yang ditentukan meskipun keluhan atau gejalanya sudah tidak ada lagi

-   Penderita menelan obat dengan didampingi oleh PMO

 

4. Perubahan apa yang harus diperhatikan selama dalam masa pengobatan

-   Mata menjadi kuning

-   Nyeri perut, mual-muntah

-   Pusing

-   Hilang napsu makan

-   Perubahan pada penglihatan

-   Demam yang tidak jelas

-   Gatal-gatal

-   Nyeri otot

-   Bila timbul salah satu gejala tersebut segera hubungi petugas kesehatan

-   Jangan khawatir bila air seni berubah warna menjadi kemerahan karena hal ini merupakan pengaruh dari obat anti TBC

 

5. Apa akibat bila menelan obat tidak teratur

-   Tidak sembuh atau menjadi lebih berat penyakitnya bahkan meninggal

-   Sukar diobati karena kemungkinan kuman menjadi kebal sehingga diperlukan obat yang lebih ampuh dan mahal harganya

-   Obat untuk kuman yang kebal tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan

-   Menularkan kuman yang sudah kebal obat kepada orang lain.

 

6. Bagaimana mengetahui kemajuan pengobatan

-   Keluhan berkurang atau hilang

-   Berat badan meningkat atau bertambah

-   Mau makan dan minum

-   Pemeriksaan dahak pada akhir tahap awal menunjukkan hasil negative

 

7. Kapan penderita dinyatakan sembuh

-   Penderita dinyatakan sembuh apabila pemeriksaan dahak pada satu bulan sebelum akhir pengobatan dan pada akhir pengobatan tidak diketemukan adanya kuman

-   Yang dapat menyatakan kesembuhan penderita TBC adalah, Petugas Kesehatan.

 

“Pastikan obat diminum sesuai dengan anjuran”

 

PENCEGAHAN PENYAKIT TBC

1. Apa yang harus dilakukan agar penderita tidak menularkan penyakitnya ke orang lain

-   Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin dengan saputangan atau tisu

-   Tidur terpisah dari keluarga terutama pada 2 minggu pertama pengobatan

-   Tidak meludah di sembarangan tempat, meludah bisa di tempat/ wadah yang diberi sabun atau Lysol lemudian dibuang ke dalam lubang dan ditimbun dengan tanah

-   Menjemur alat tidur secara teratur pada pagi hari

-   Membuka jendela pada pagi hari agar rumah mendapat udara bersih dan cahaya matahari yang cukup sehingga kuman TBC yang tertinggal di dalam rumah mati.

 

2. Tindakan apa yang harus dilakukan agar tidak tertular sakit TBC

-   Menjalankan pola hidup sehat

-   Segera periksa bila timbul batuk lebih dari 3 minggu

 

3. Bagaimana menjalankan Pola hidup sehat

-   Meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain dengan makan makanan bergizi

-   Tidur dan intirahat yang cukup

-   Tidak merokok dan tidak minum minuman yang mengandung alcohol

-   Membuka jendela dan mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur dan ruangan ruangan lain

-   Bayi agar diberi imunisasi BCG

 

“Menjalankan pola hidup sehat dan segera periksa bila batuk lebih dari 3 minggu cara terbaik untuk mencegah TBC”