Bandung - Pemanfaatan teknologi dan informasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan sekarang ini  sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi guna peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan. Sisrute merupakan sebuah aplikasi terbaru untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan antar Fasilitas Kesehatan yang dipelopori dan dikembangkan oleh RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan sekarang sudah berkembang luas secara nasional ditandai oleh Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes nomor IR.01.04/I/4345/2016 tanggal 20 Des 2016 tentang implementasi Sistem Rujukan Terintegrasi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia.

            Khusus di Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung bekerja sama dengan RS Vertikal yang berada di Kota Bandung yaitu RSUP Dr Hasan Sadikin, PMN RS Cicendo dan RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu guna mensosialisasikan kepada seluruh RS yang berada di Kota Bandung. Pertemuan tersebut sudah beberapa kali dilaksanakan dan juga dilakukan pengampuan Sisrute oleh RS vertical ke RS lainnya. RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu sebagai salah satu RS vertical diberi tugas dan kepercayaan dalam pengampuan Sisrute di RSAU Salamun, dan pada hari Selasa, 31 Juli 2018 telah dilaksanakan kegiatan pendampingan implementasi Sisrute bertempat di Ruang Rapat RSAU Salamun yang dihadiri oleh Sekretaris RSAU Salamun , Letnan Kolonel Kes dr. Daiman, Sp.S beserta Jajaran sedangkan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Siska Gerfianti , M.HKes.,Sp.DLP beserta jajaran dan narasumber SISRUTE dari RS Paru Dr.H. A. Rotinsulu Irfan Saepulloh,ST

            Dalam rangkaian pengampuan sisrute ini, narasumber memaparkan bahwa aplikasi SISRUTE sebagai sebuah Sistem Rujukan Terintegrasi sangat membantu dalam mempercepat pelayanan rujukan di rumah sakit rujukan. Pihak pengirim rujukan dapat informasi Sumber Daya yang dimiliki oleh RS Rujukan berupa informasi SDM Medis, Alat Medis, Stok Bank Darah, maupun ketersediaan tempat tidur rawat inap yang sudah terintegrasi dengan aplikais SIRANAP. Bagi RS Rujukan dapat mengetahui informasi awal yang penting sebelum dirujuk ini menjadi salah satu factor utama keberhasilan pelaksanaan aplikasi ini, selain itu, aplikasi ini bias dilaksanakan dengan baik jika diiringi dengan  komitmen dan dukungan dari semua pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rumah Sakit dan juga BPJS Kesehatan. Diharapkan dengan acara pengampuan ini, aplikasi SISRUTE dapat dioperasionalkan secara optimal guna meningkatkan kinerja pelayanan dan perluasan akses serta mutu pelayanan kesehatan.