Bandung – Dalam rangka peringatan hari TB Sedunia dan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap TB, Dinas Kesehatan Kota Bandung mengadakan Gebyar Hari TB Sedunia dengan tema “Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB melalui Aksi Temukan TB Obati Sampai Sembuh (TOSS TB)”. Gebyar Hari TB tersebut dilaksanakan pada hari selasa (29/3) di Lapangan Asrama Yon Zipur 9/1, Kostrad Ujung Berung, Bandung. Acara tersebut terselenggara atas hasil koordinasi antara Dinas Kesehatan Kota Bandung dengan lembaga – lembaga yang bergerak di bidang kesehatan, khususnya TB dan HIV, seperti Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Bandung, RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu, KNCV, FK UNPAD, Klinik Mawar, TB Aisyiyah, UPT Cinambo dan lain lain

                Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara pada pidato sambutannya menyampaikan tentang pentingnya penemuan kasus TB dan rendahnya angka drop out dengan bantuan dan kerjasama dari kader kesehatan di kota Bandung yang jumlahnya tidak kurang dari 10.000 orang.

                Pada acara tersebut pula diadakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga Yon Zipur dan warga kecamatan Cinambo oleh FK Unpad, RS Hermina Arcamanik, KBSP Kota Bandung dan lainnya. Pemeriksaan tersebut mencakup screening TB, pemeriksaan gula darah, pemberian obat, pemeriksaan kesehatan umum dan juga konseling HIV oleh KPA Kota Bandung.

                Ditengah-tengah acara, pihak panitia mengadakan talkshow yang diisi oleh dr. Temmasonge R. Pakki, Sp.P sebagai narasumber. Direktur Medik dan Keperawatan RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu yang sering disapa dengan panggilan dr. Onge tersebut menjelaskan tentang definisi TB, gejala dan juga bagaimana pentingnya penanggulangan penyakit yang memiliki jumlah kasus sebanyak 7.000 di kota Bandung tersebut. dr. Onge menuturkan bahwa TB bisa disembuhkan. Yang terpenting adalah pasien harus meminum obat sampai tuntas, sesuai jumlah waktu yang ditentukan oleh petugas kesehatan.